Senin, 25 Februari 2008

Pesantren Al Kennaniyah

Pesantren di Indonesia memiliki sejarah yang sangat panjang, dan perannya tak dapat dianggap remeh terhadap perkembangan Islam di nusantara, bahkan di dunia. Sehingga, situasi lembaga pesantren harus dilihat dalam hubungannya dengan perkembangan Islam dalam jangka panjang, baik di Indonesia maupun di negeri-negeri Islam lainnya. Dan, perkembangan itu terus berlangsung.

Sebagai lembaga pendidikan, pesantren dapat dipandang sebagai tempat yang khusus. Sehingga untuk memahaminya kita dapat menjelaskannya dari unsur-unsur yang mendominasinya. Adapun yang dapat dianggap sebagai unsur utama pesantren: pondok (asrama), masjid, santri, sistem pengajaran, kyai, hubungan dengan dunia luar (baik dengan lingkungan sekitar maupun dengan lingkungan lebih luas), dan manajemen pesantren.

Lokasi

Kelurahan Kayu Putih merupakan salah satu kelurahan dari 65 kelurahan di Kotamadya Jakarta Timur, dengan luas + 437,15 ha, yang secara administratif terdiri dari 17 Rukun Warga (RW) dan 181 Rukun Tetangga (RT). Wilayah yang termasuk Kecamatan Pulo Gadung ini merupakan pusat perdagangan, perkantoran, dan permukiman di Jakarta Timur.

Letak kelurahan ini berbatasan dengan Jakarta Pusat dan Jakarta Utara. Untuk mengunjungi wilayah ini tidaklah susah, baik dari Jakarta Pusat (Pasar Senen) maupun Jakarta Utara (Tanjung Priok). Sedangkan untuk mengunjungi Pesantren Al Kennaniyah pun tidak susah. Dengan menggunakan transportasi umum, perjalanan akan lebih cepat dengan menggunakan Busway koridor II (Harmony-Pulogadung), sedangkan menggunakan angkutan umum, dengan waktu lebih lama, misalnya: jurusan Senin-Pulogadung; Rawamangun-Pulogadung. Petunjuk utama dengan transportasi umu adalah turun di Halte Asmi. Meskipun bukan jalur yang susah untuk dikunjungi, arus jalan di daerah ini merupakan jalur padat. Kemacetan bukan sesuatu yang aneh di jalur menuju pesantren ini, apalagi jam-jam sibuk (pagi atau sore).

Deretan tukang ojek dengan motor-motornya di area parkiran pedagang makanan –sepertinya hampir semua menu makanan ada- adalah pemandangan pertama yang terlihat begitu memasuki jalan masuk Pondok Pesantren Al Kennaniyah. Seperti petunjuk yang diberikan Kyai Abdul Wahid Maryanto, pengelola penting pesantren, dari tempat mangkal tukang ojek terus saja masuk gang. Suasana gang di perkampungan yang hampir semua ada di Jakarta terasa tidak aneh bagi peneliti. Jalan yang tidak rata, ada polisi tidur, tumpukan sampah di pinggir jalan, selokan yang mampet, dan permukiman yang padat seolah adalah pemandangan yang jamak di perkampungan kota metropolis ini. Terang lampu dari bangunan gedung-gedung dan lampu-lampu swadaya masyarakat kampung menjadi penerang utama jalanan, saat malam datang.

Kilas Sejarah

Pada tanggal 27 Juni 1977 para ulama dan tokoh masyarakat kampung Pulonangka, Jakarta Timur, berkumpul, bermusyawarah, dan bersepakat untuk mendirikan sebuah madrasah ibtidaiyah, yang diberi nama Al-Khairaat. Lembaga pendidikan ke-islaman-an ini oleh para penggagasnya diharapkan akan dapat menghidupkan kembali pengajian masjlis ta’lim. Adapun beberapa ulama dan tokoh masyarakat yang bersepakat pada saat itu di antaranya: KH. Moh. Noer, Habib Abdullah Assagaf, H. Ilyas, H. Mugeni, H. Moh. Yasin, H. Husin, Sabilillah, dan lainnya.

Setelah madrasah dan taklim berjalan, tanggal 27 Juni 1981 dibuka madrasah tsanawiyah, serta TK Tunas Cahaya. Berjalan enam tahun lebih, lembaga pendidikan yang didirikan karena keprihatinan para tokoh dan ulama terhadap banyaknya anak usia sekolah yang tidak bersekolah, pada tanggal 26 Juli 1984 di-badanhukumkan dalam sebuah Yayasan Al-Kenaniyah, yang diambil dari nama seseorang yang memiliki jasa besar dalam perkembangan lembaga pendidikan ini.

Semula, saat awal pendirian, bangunan kompleks lembaga pendidikan ini terdiri dari: ruang belajar dua lantai yang terdiri dari 6 ruang, ruang kantor TK dan MI, musholla, asrama guru, ruang belajar bagi santri pesantren, dan masjid. Pada perkembangan lebih lanjut, 16 Januari 1994, kompleks bangunan bertambah menjadi: ruang kelas, pondok santri, dan pondok guru/pengelola pesantren.

Lokasi pondok pesantren satu-satunya di Kelurahan Kayu Putih ini sangat strategis, mudah dijangkau dengan sarana transportasi umum apa pun. Pintu masuk pesantren tidak berada pada depan tengah kompleks bangunan, tetapi di pinggir kiri, yang bersebelahan dengan pintu gang permukiman warga. Setiap harinya ada petugas keamanan, satu orang. Namun, jika siang hari, pintu masuk ada dua: satunya lagi pintu gerbang madrasah.

Pondok (Asrama)

Kebersihan adalah sebagian dari iman. Kalimat indah ini nampak terwujud dalam lingkungan pondok pesantren yang terletak di tengah-tengah hiruk pikuk kota Jakarta. Setiap ruangan selalu nampak bersih dan rapi. Paling tidak ada dua bangunan yang dijadikan pondok (asrama), yaitu untuk santri, untuk pengelola/pengajar putri dan untuk pengelola/pengajar putra. Daya tampung untuk pondok santri kurang lebih 150-an. Sedangkan untuk pondok pengelola dapat menampung kurang lebih 50 orang, untuk putra dan putri. Letaknya ada di belakang bangunan sekolah madrasah, yakni di sayap kiri dan kanan. Dari pintu gerbang, kurang lebih jaraknya 40-50 m.

Nama pondok sama seperti sebutan untuk seluruh bangunan. Dan, di sini kata pondok digunakan secara relatif. Jika kita berada di luar pondok pesantren, maka pondok berarti keseluruhan kompleks bangunan pondok pesantren itu. Namun, jika kita berada di dalam, maka pondok semata-mata merujuk pada bangunan ke dua tadi. Dalam hal ini, menyiratkan yang sebagian atas keseluruhan: bangunan sebagian itu memang mewakili gagasan pondok pesantren secara keseluruhan. Kalau bagian ini dicomot dari keseluruhan tatanan kompleks bangunan pondok Pesantren Al Kennaniyah, ia akan dapat mencitrakan dirinya sendiri sebagai bangunan pondok yang paripurna. Kamar-kamar yang teratur rapi, bersih, yang hampir tidak pernah kosong digunakan, cukup untuk menyatakan bahwa bangunan itu merupakan bagian yang dapat berdiri sendiri. Dalam tatanan spatial, pondok-pondok santri di Pesantren Al Kennaniyah dapat disetarakan dengan rumah-rumah petak yang ada di Jakarta.

Masjid

Salah satu kelengkapan dalam pondok pesantren adalah rumah ibadah, masjid. Bagi kaum muslimin masjid merupakan titik awal dan titik akhir dalam beraktifitas, baik beribadah mahdhoh maupun beribadah mu’amalah. Kehadiran masjid di kompleks bangunan pondok pesantren menjadi tempat mengingat kebesaran sang pencipa (mushola), sebagai tempat belajar (madrasah), dan pusat kegiatan.

Di lingkungan kompleks pondok Pesantren Al Kennaniyah, masjid yang ada bentuknya sangat megah. Daya tampungnya kurang lebih 800 jamaah. Masjid yang diberi nama An-Nuur (cahaya) seolah menjadi tempat penerang bagi masyarakat pesantren dan warga sekitar. Masjid yang berada di depan pintu gerbang, seolah menyiratkan bahwa semua orang boleh mengakses tempat ibadah ini, selalu ramai dengan jamaahnya. Di sisi kanannya terdapat makam, yang selalu saja ada orang yang menjaganya: untuk berdoa maupun membacakan ayat-ayat suci di hadapannya. Masjid ini juga sebagai petunjuk keberadaan pondok Pesantren Al Kennaniyah. Sebelum adanya gedung-gedung tinggi menjulang, menara masjid ini nampak agung dan bersinar, namun seiring semakin sempitnya ruang, dan pembangunan bangunan di Jakarta berorientasi vertikal, menara masjid menjadi tenggelam. Bangunan gedung tinggi yang paling dekat dengan masjid adalah Plaza Summericon.

Santri

Umumnya, jumlah santri yang mondok di pesantren dapat dijadikan ukuran besar-kecilnya sebuah pesantren. Namun, tidak demikian dengan Pesantren Al Kennaniyah. Keterbatasan ruang menjadi alasan utama, jumlah santri berkisar antar 150-an orang, sesuai daya tampung pondok. Santri pesantren di sini dapat dibedakan menjadi dua: santri mondok dan santri tidak mondok. Santri mondok sekarang ini berjumlah 143 orang. Sedangkan santri tidak mondok berkisar antar 100 orang, yang mengenyam pendidikan di siang hari di madrasah, dan pengajian di sore hari. Sedangkan jumlah seluruh murid, campuran santri mondok dengan siswa madrasah, berkisar kurang lebih 1000 murid.

Latarbelakang ekonomi santri mondok adalah kelas ekonomi menengah ke bawah. Para santri umumnya datang dari Jakarta dan sekitarnya. Prosentase santri mondok dari luar Jakarta dan sekitarnya kurang lebih 25%. Jadwal mereka sangat padat, seolah tidak ada waktu yang dibuang percuma. Senin sampai Minggu mereka harus bangun jam 04.30, dan tidur jam 23.00. Mereka tidak diperkenankan nonton TV sebebas-bebasnya. Hanya hari Selasa mereka boleh menonton TV. Hubungan dengan luar seolah sangat terbatas, karena keterbatasan waktu, pun dengan menggunakan alat komunikasi handphone tidak diperkenankan.

Menggunakan pakaian yang menutup aurat adalah wajib di pesantren yang mengkhususkan santri perempuan ini. Tidak ada paksaan dalam menjalani aturan yang ada di pondok, karena hampir semua ditentukan secara musyawarah oleh santri. Seluruh santri selain mendapatkan pendidikan di pondok, juga sekolah di madrasah yang dikelola di bawah yayasan Al-Kenaniyah.

Usia para santri rata-rata seumuran dengan siswa SLTP dan SMU (12-19 tahun). Boleh dikatakan Pesantren Al Kennaniyah menerapkan aturan yang sangat ketat terhadap santrinya. Menurut pengalaman, santri yang tidak kuat dengan aturan yang diterapkan pesantren nantinya akan keluar, baik di tahun ajaran baru maupun pada kelulusan. Sedangkan santri yang sejak lulus sekolah dasar sudah mulai masuk, maka dapat diperkirakan ia akan betah mengenyam pendidikan di pesantren ini sampai lulus SMU (madrasah aliyah).

Kyai

Istilah ulama di dalam masyarakat Islam tradisional sering menyebutnya dengan kyai, bindere, nun, ajengan, atau guru, dan masyarakat Islam modern menyebutnya ustadz. Menurut Pradjarta Dirdjosanjoto, dengan mengutip HAR. Gibb dan JH. Kramers (1953:599-600), pengertian ulama adalah seorang yang dipandang sebagai guru dan ahli agama Islam, yang menguasai beberapa kitab klasik, di lingkungan masyarakat Islam tradisional di perdesaan Jawa. Sedangkan Abdurrahman Wahid dalam pengantar buku Pradjarta Dirdjosanjoto mengategorikan ulama, ditinjau dari fungsi mendidik, ada dua: ulama pendidik di pesantren atau lembaga pendidikan lain dan ulama yang tidak mempunyai lembaga pendidikan. Ulama kategori pertama biasanya juga sering memberikan pendidikan di tempat umum, pengajian akbar. Sedangkan untuk kategori yang kedua, mereka yang mengajar masyarakat secara luas saja, misalnya melalui pengajian umum, yang sering juga disebut sebagai muballigh. Dari pengertian di atas, dapat dikatakan bahwa ulama mempunyai peran yang sentral di masyarakat Islam, yang menjadi mayoritas penduduk di Indonesia.

Di Pesantren Al Kennaniyah para kyai, baik laki-laki maupun perempuan, yang ada sangat dihormati oleh parasantri maupun masyarakat sekitar. Dan, mereka sering bergaul/berinteraksi dengan masyarakat. Sumber kewibawaan kyai bermacam-macam, yang utama adalah ilmu dan amalannya. Pada tahun ajaran 2006-2007 jumlah mereka ada 20 orang, 13 laki-laki dan 7 perempuan. Sebagian besar kyai di pesantren ini adalah lulusan Pesantren Tebuireng, Jawa Timur. Hampir semua kyai di pesantren ini mengenyam pendidikan umum, dari level D3 sampai S2. dari 20 pengajar, 6 di antara merekat sudah menjalankan rukun Islam ke-5, ibadah haji. Komunikasi diantara mereka sangat intens. Mereka tinggal dalam lingkungan pesantren, untuk pengajar putri sebagian dari mereka tinggal bersama santri. Mereka memperolah konpensasi yang menurut mereka cukup untuk dapat hidup.

Sistem Pengajaran

Secara sistem pengajaran, Pesantren Kenaniyah termasuk menyelenggarakan pendidikan modern: ada jadwal yang teratur dan diajarkan secara masif. Namun, sistem pengajaran sorogan dan bandongan (berdasar weton) juga masih diselenggarakan. Sistem sorogan yang lebih individual, dimana seorang anak/beberapa anak mendapatkan pelajaran khusus untuk mengejar ketertinggalannya. Sistem pengajaran ini biasannya dilakukan pada tahun ajaran baru, terhadap santri yang baru masuk. Dapat diibaratkan sistem sorogan ini seperti matrikulasi. Sistem pengajaran bandongan dilakukan pada hari khusus, dimana seorang kyai membacakan kitab khusus dan menjelaskan per kata. Para santri menyimak dan kadang bertanya. Evaluasi pengajaran diadakan per semester, kadang bentuknya lisan atau tertulis oleh pengajar bidang studi.

Jam pelajaran setiap harinya dimulai dari jam 05.00 – 06.00 pagi, dilanjutkan jam 15.30-17.00, dan dilanjutkan lagi jam 20.00-23.00.

Manajemen Pesantren

Pesantren yang sudah berusia 13 tahun ini keputusan tertinggi diambil melalui majlis kyai. Sebelum mengambil keputusan, para kyai biasanya mendengarkan aspirasi dari pengelola lain dan santrinya. Rapat rutin dilangsungkan minimal dua bulan sekali. Rapat khusus diselenggarakan sesuai kebutuhan. Pertemuan informal di antara kyai sering menghasilkan keputusan-keputusan berkenaan dengan pengelolaan pesantren. Pertemuan informal ini biasanya terjadi ketika ada usulan-usulan dari para santri, ataupun pengelola lain.

Boleh dikatakan administrasi dan manajerial pesantren putri di Jakarta Timur ini telah rapi. Setiap tahun ajaran baru, pesantren ini menerima santri mondok sesuai santri yang keluar pondok. Misalnya, jika yang lulus (SLTP dan SMU) 30, maka tahun ajaran ini menerima santri mondok sejumlah itu. Sebelum masuk, setiap santri dikenakan membayar administrasi. Pada tahun ajaran 2006-2007 santri baru dikenakan membayar administrasi Rp 200.000; SPP bulan Juli 175.000; pakaian Rp 170.000, kamar dan isinya Rp 325.000; kitab Rp 250.000; uang kegiatan Rp 85.000; dan lain-lain Rp 25.000. Namun demikian, karena kebanyakan dari mereka adalah dari keluarga kurang mampu, maka kebanyakan mereka tidak membayar penuh. Kondisi ini memacu pengelola untuk mencari tambahan untuk menutup operasioanal selama setahun. Selain dari santri, opersional pesantren didapatkan dari sumbangan dari donatur, dan koperasi yang ada. Laporan keuangan dibuat setiap tahunnya.

Kerjasama Dengan Kandepag Dan Kandikda

Pesantren Al Kennaniyah sejak peresmian tahun 1992 pernah bekerjasama dengan kandepag Jakarta Timur, namun untuk urusan bantuan yang datangnya dari pemerintah, pengelola pesantren seringnya menolak. Penolakan ini didasari pada tidak diberikannya dana yang seharusnya dialokasikan, seringnya alokasi dana bantuan untuk pesantren dipotong oleh pegawai Kandepag Jakarta Timur. Menanggapi hal ini, pihak Kandepag Jakarta Timur, menggangap pesantren tidak dapat diajak kerjasama. Sedangkan kerjasama dengan Kandikda Jakarta Timur, pesantren yang terletak di tengah-tengah bangunan metropolitan ini tidak pernah terjadi

5 komentar:

eun chan bgt mengatakan...

udah lama banget zha g ke alken rasanya kangennnn bgt ....... kangen anak2nya,guru2nya, pokoknya semua bakalan jadi kenangan paling indah yang ga bakal zha lupain,, salam kangen bwat anak2 alken + guru2 ku tersayang dari faza amalina

ROJALI AL-'UMARIE mengatakan...

Hi salam kenal...aq alumni alken angkatan 2002 madrasah aliyah, pak wahid masih ngajar gajawab lewat email ku nurmuawanah@gmail.com

---u--- mengatakan...

eVii SupRiatin
Mhsw Univ. Indraprasta PGRI TMII
Fak Bhs & Seni
Prodi Bhs Inggrs
aLumns 05 pp al kenaniyah
saya sangat bangga bisa menyelesaikan studi di pp al kenaniyah selama kurang lebih 6 th karena tempat untuk menuntut ilmu yang nyaman otomatis dapat mempengaruhi perkembangan pola pikir yang positif khususnya bagi para peserta didik. bcos from it we can get it many eXprnC & we can cOmmt a War agn stPdty if we know Our Need to Knowldg Is one Evry sngle side of life Cos each aCtion of use has to be based on Knoewledge, thanks a lot to us(my teacHer's)to teach me I a pRound with Us ILOVEYOU all. RE-this CommEnt PlieSS,. eve_02@rocketmail.com

---u--- mengatakan...

evI Supriatin. Mahsw Univ.Indraprasta PGRI Fak Bhs & Seni Prodi Bhs Inggrs aLumns 05
saya sangat bangga bisa menyelesaikan studi di pp al kenaniyah kurang lebih 6 tahun, karna bagi saya tempat untuk menuntut ilmu yang paling nyaman itu otomatis dapat mempengaruhi perkembangan pola pikir yang positif khususnya bagi para peserta didik untuk selalu semangat belajar. bcos from it we can get it many eXprnC & we can Commt a War aGn stUpdty if we Know Our need to kNowledg is One Evr Singl side of life coZ each aCtion of Use has to be based on knowledg tHanks a lot to Us (my teaCher's) to teaCh me..
reply my CommEnt PLiesss!!!eve_02@rocketmail.com

Unknown mengatakan...

bisa minta no tlp pihak ponpes yg bs dihubungi? krna jarak sy jauh jd tidak bs dtg lgsg trma kasih.

Pengunjung ke

Kontak

ALamat: